Belajar dari Kegagalan dan Kekecewaan

17.37

Beberapa bulan belakangan ini, saya dihadapkan dengan persoalan dan pergumulan yang lumayan menguras tenaga dan pikiran. Dihadapkan dengan kekecewaan yang luar biasa menyakitkan, karena ini pertama kalinya merasakan hal ini. Awalnya terasa sangat hancur, bahkan untuk berpikiran secara positif pun sudah tak mampu. Yang ada hanya pikiran negatif. Bahkan pikiran-pikiran yang sebelumnya tidak pernah ada di pikiran saya, terlintas dalam pikiran dikarenakan sebuah kekecewaan. Sempat mengubah sifat saya menjadi lebih arogan. Sampai-sampai saya tidak tahu harus berpikiran apa lagi,


Dan akhirnya sampai di titik paling terjatuh saya selama saya hidup hingga saat ini. Ketika saya mulai berusaha untuk bangkit, rasanya ada sesuatu yang enggan melihat saya bangkit. Rasanya ada saja yang membuat pikiran menjadi kacau, dan takut untuk keluar dari masalah ini.
Tapi.. sekarang saya berusaha sekuat mungkin untuk tetap bangkit semenjak saya belajar mengenal pribadi Yesus. Lah? bukannya emang dari dulu agamanya Kristen? Yap! Memang dari kecil saya penganut Kristen. Tapi jujur, dulu saya belum terlalu mengenal pribadi Yesus. Ibaratnya, saya hanya Kristen KTP saja. Dan dari kekecewaan dan kegagalan bertubi-tubi yang saya alami, saya akhirnya tahu bahwa Yesus inginkan saya untuk belajar dari setiap persoalan yang ada. Tuhan mau, saya berbalik kepadaNya dan mengandalkan Dia dalam setiap jalan hidup saya. Selalu mengucap syukur dalam segala hal. Menyerahkan segala kehidupan saya di dalam tanganNya, karena saya percaya bahwa Yesus akan ada selalu bersama-sama dengan saya tanpa pernah meninggalkan saya sedetikpun. Dan yang paling penting, Tuhan mau saya belajar untuk tetap mengasihi di saat hati kita disakiti, mengampuni di saat hati kita terluka. 

Banyak sekali pelajaran yang saya dapat di dalam persoalan saya ini. Dan Tuhan memakai masalah-masalah ini untuk menjadikanku kuat dan menjadikanku pribadi yang lebih baik setiap harinya. Dan saya bersyukur, Tuhan mau mengubahkan saya melalui masalah ini. Mungkin kalau Tuhan tidak pakai cara ini untuk menegur saya, hingga saat ini saya masih jadi anak yang bebal. Dan akhirnya saya tahu, bahwa Tuhan mengasihi saya seperti Bapa mengasihi anakNya. Tuhan tidak mau saya terperosok terlalu dalam. Dan saya bersyukur, bahwa Tuhan masih memegang tangan saya hingga saat saya terjatuh, tidak sampai menjadi tersungkur. Dan saya mau bersyukur, atas setiap penyertaan yang Tuhan buat bagiku.

Tuhan Yesus memberkati.

You Might Also Like

0 Comments

Like us on Facebook

my guide

my guide