Kembali lagi bersama aku.. hehehe.. Malam ini, ada di tempat tinggal yang baru, dan ini rumah ketiga yang aku tinggali selama aku di Sorong. ini sudah sebulan di tempat yang baru. Sebelumnya tinggal di Km 7 Gunung, trus pindah lagi ke HBM dan sekarang terdampar di Jalan Baru. Yah, pengalaman baru di tempat yang baru. Masih betah di Kota Sorong Yol? Yap! I'm still feel at home. Sekarang sudah mulai cinta kota ini. Semacam ada sebuah kerinduan akan kota ini. Bukan karena kota ini adalah pintu Papua, tapi melainkan adanya kenangan-kenangan yang gak bisa diungkapkan. Sejuta kenangan, baik kenangan indah maupun kenangan pahit, semuanya ada di sini.
Jujur, hingga sekarang.. aku masih belum mengerti mengapa Tuhan menempatkanku di sini dengan seribu masalah yang bertubi-tubi datang. Semakin dipikirkan justru semakin gak bisa dimengerti. Karena pikiran Tuhan tak pernah bisa diselami siapapun seperti apa rencanaNya. Tapi melalui kota ini, bersama orang-orang yang ada di sini, Tuhan mau aku belajar tentang banyak hal.
Ketika hatiku dilukai begitu terluka, disaat itu Tuhan mau aku belajar apa arti MENGAMPUNI.
Ketika aku merasakan sendirian, disaat itu Tuhan mau aku belajar tentang sebuah KETEGARAN.
Ketika apa yang aku lakukan tidak dihargai, disaat itu Tuhan mau aku belajar apa itu KETULUSAN,
Ketika aku lelah dan kecewa, maka disaat itu Tuhan mau aku belajar tentang KETEKUNAN.
Ketika aku tidak dipedulikan, disitulah Tuhan mau aku belajar tentang KEIKHLASAN.
Banyak hal yang terjadi di kota ini, yang diluar dari dugaanku. diluar dari pikiranku. Bahkan sampai merubah sifatku. Dan aku yakin, Tuhan menempatkan aku di kota ini bukan dengan tanpa sengaja, dikecewakan seseorang juga bukan tanpa sengaja, Tapi Tuhan mau aku belajar untuk menjadi lebih dewasa melalui setiap persoalan yang Ia berikan bagiku. Dan inilah yang namanya proses. Tuhan mau aku belajar supaya aku menjadi seorang yang lebih baik lagi dalam memandang sebuah kehidupan sebelum Tuhan memanggilku.
Apakah aku marah? Apakah aku kecewa kepada Tuhan atas apa yang menimpaku? Jawabanku.. Tidak! Memang, kalau boleh jujur.. secara manusiawi, aku sempat merasa bahwa Tuhan tak adil. Orang yang mengecewakanku, yang menyakiti hatiku justru sekarang sedang berbahagia di atas dukaciitaku. Bahkan rasanya, airmata serasa kering ketika aku ingin mengungkapkan kekecewaanku kepada Sang Pencipta. Mengapa ini terjadi, mengapa begitu, mengapa begini. Ada yang pernah bilang, bahwa aku banyak dikecewakan orang. Yap! Mungkin di setiap tangga kehidupan yang aku pijak, di situ pasti ada kekecewaan yang mengiringi langkahku. Dan selalu dari orang yang paling terdekat, bukan hanya teman, sahabat, melainkan justru yang lebih besar adalah dari keluarga. Hati ini serasa dipukul berkali-kali sama Tuhan, Hingga aku berada di satu titik untuk meminta ampun atas setiap yang aku buat. Dan di titik inilah, aku menyerahkan hidupku kepada yang menciptakanku. Aku mulai belajar bagaimana harus berserah, merendahkan hati di hadapan Tuhanku, Aku mulai belajar untuk percaya akan setiap perbuatan-perbuatan ajaib yang Tuhan mau kerjakan bagi hidupku. Memang terasa sangat pahit bila dikenang, tapi disitulah letak sebuah proses pembentukan. Karena bagi Tuhan tidak ada yang namanya sia-sia, Yakin dan percaya, setiap apapun yang Tuhan mau lakukan, sekalipun itu terasa pahit, akan membawa hasil yang baik bagi hidup kita. Ibaratnya obat, saat awal diminum rasanya pahit, tetapi itulah awal kesembuhan kita.
God bless. :)



